Posts

When February meets March

Image
Mengagumkan melihat sebuah buku menjadi suatu mesin waktu yang benar-benar berfungsi sebagai denotasi untuk memutar balik monokrom-monokrom di kepalaku. Tidak terasa kisah itu sudah terlewati cukup lama. Aneh, kupandangi ke belakang dan rasanya tidak sesakit kemarin. Mungkin resistensi hatiku berkembang sekarang rasanya sekedar dicubit dengan gunting kuku kali ya, haha. Kuraba lukaku mulai mengering meski sesekali ia masih meneteskan air mata. Setiap perjalanan telah mengajarkan banyak hal pada diriku.  Apa yang sudah kulalui memberikan pesan tentang apa arti hidup yang selama ini kupertanyakan. Yaitu, tentang bagaimana cara kita merespon keinginan Tuhan. Bagiku dia adalah bagian dari hidup ku, bagian dari masa lalu sekaligus kenanganku.  Seseorang yang pernah sudi menekan tombol motivasi  yang sudah tidak sempat berfungsi. Ia perkenalkan ku banyak hal. Akrabkan ku pada banyak rasa. Ia adalah sosok yang pernah paling aku idam-idamkan di muka bumi ini. Walaupu...

Cerita yang telah usai

Kamu sudah cukup memberi pelajaran. Dan membuatku merasakan penyesalan. Menyadarkan bahwa cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskan. Dan aku membuktikannya dengan belajar mengikhlaskanmu. Membiarkanmu terbang tinggi dan bebas...  Membenci masa lalu hanya akan membuatku berhenti untuk melangkah. Namun, belajar memaafkan semua kesalahan diri sendiri tidaklah mudah. Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dalam hidup ini sudah ada dalam skenario Allah. Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan yang ku putuskan antara aku dan kamu. Aku bersyukur Allah izinkan aku mengenalmu, menjalani hari dengan kebahagiaan. Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan kita. Juga perpisahan kita. Allah ingin aku belajar lewat dirimu. Tentang mengakui kesalahan, berani mengambil keputusan, memperbaiki diri, dan sebuah rasa yang salah. Perpisahan denganmu adalah pertemuanku dengan perubahan. saat itu, satu langkah terasa begitu berat  namun ...

Kenangan Terindah

Dahulu, aku pernah sangat mencintai. Bahkan mungkin sangat menyanyangi.  Mustahil, jika ada sosok wanita yang dapat menggantikannya ketika itu.  Kamu pernah berjanji untuk selalu menunggu ku.  Tapi bagiku sekarang, segala tentangnya adalah luka. Senyumnya menyakitkan karena kamu bukan lagi alasan untuknya. Senyummu bukan lagi yang memberikan dia warna. Tatapannya juga luka, karena di matanya, bayangan itu bukan lagi kamu. Kamu bukan lagi yang dia sayang. Dia bukan lagi yang memberikanmu waktu, dia sekarang adalah pencipta lukamu yang baru. Segala hal di dunia kecuali dia, adalah omong kosong. Melupakannya bukan tidak mungkin. Mencari penggantinya adalah kemungkinan lain yang mungkin terjadi. Ini semua hanya soal waktu, dan kesempatan.  Waktumu telah selesai, kini dia harus mencari bahagianya dari sosok yang lain. Kesempatanmu sudah cukup, kini kamu tak harus membahagiakannya karena dia pun tidak akan melakukannya padamu. Berbahagialah, karena ba...

Senja Bersamaku

Bola mataku menetap senja Cahaya mulai meredup tanpa suara Aku masih duduk seakan penuh tanya Waktu terhenti di kaki langit yang muram Dengan tatapan tajam ke arah langit hitam Senja segera memancarakan warna jingga nya Agar langitku bercampur padu pada warna nya Senja yang sedang tertidur lelap Seketika singgah di pelupuk mata Pada waktu itu kita pernah berbagi senja Berbagi sepi dan makna yang tersirat dari mata Mentari pergi tanpa permisi Meninggalkan luka yang tertancap dalam diri Apakah ini yang dinamakan luka dalam diri? Ia terus menyakiti hingga remuk hati Terkadang aku berharap kau kembali datang Menikmati senja bersama denganku Tetapi itu hanya ada dalam khayalku Sebab kau telah pergi tanpa jejakku